Rabu, 24 Juni 2015
Modul 14 KPLI (AMDAL)
- Jelaskan pengertian mengenai AMDAL, bagaimana pendapat saudara mengenai hal tersebut ?
Jawab
AMDAL
adalah kajian mengenai dampak besar dan penting untuk pengambilan
keputusan suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada
lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan
tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan (Peraturan Pemerintah
No. 27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).
Pendapat saya mengenai Analisis mengenai dampak lingkungan (AMDL)
adalah :
memang seharusnya terdapat pengawas AMDL agar pembangunan-pembangunan
proyek tidak membuat rusak lingkungan alam yang telah ada. AMDL
menurut saya akan memberikan keputusan yang bijak untuk
pembangunan-pembangunan proyek yang akan dilaksanaan. Jadi AMDLpun
tidak akan merugikan lingkungan hidup sekitar baik tumbuhan
,hewan-hewan , serta manusia itu sendiri
- Berikan penjelasan mengenai dokumen AMDAL !
Jawab
Dokumen AMDAL terdiri dari :
Dokumen AMDAL terdiri dari :
- Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL)
- Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL)
- Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)
- Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)
Tiga dokumen (ANDAL, RKL dan RPL) diajukan bersama-sama untuk dinilai oleh Komisi Penilai AMDAL. Hasil penilaian inilah yang menentukan apakah rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut layak secara lingkungan atau tidak dan apakah perlu direkomendasikan untuk diberi ijin atau tidak.
- Jelaskan mengenai kegunaan AMDAL !
Jawab
Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah
Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan
hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan
Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis dari rencana
usaha dan/atau kegiatan
Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan
lingkungan hidup .Memberi informasi bagi
masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan
atau kegiatan
- Bagaimana prosedur AMDAL ?
Jawab
Prosedur AMDAL
terdiri dari :
- Proses penapisan (screening) wajib AMDAL
- Proses pengumuman dan konsultasi masyarakat
- Penyusunan dan penilaian KA-ANDAL (scoping)
- Penyusunan dan penilaian ANDAL, RKL, dan RPL Proses penapisan atau kerap juga disebut proses seleksi kegiatan wajib AMDAL, yaitu menentukan apakah suatu rencana kegiatan wajib menyusun AMDAL atau tidak.
Proses pengumuman dan konsultasi masyarakat. Berdasarkan Keputusan Kepala BAPEDAL Nomor 08/2000, pemrakarsa wajib mengumumkan rencana kegiatannya selama waktu yang ditentukan dalam peraturan tersebut, menanggapi masukan yang diberikan, dan kemudian melakukan konsultasi kepada masyarakat terlebih dulu sebelum menyusun KA-ANDAL.
Proses penyusunan KA-ANDAL. Penyusunan KA-ANDAL adalah proses untuk menentukan lingkup permasalahan yang akan dikaji dalam studi ANDAL (proses pelingkupan).
Proses penilaian KA-ANDAL. Setelah selesai disusun, pemrakarsa mengajukan dokumen KA-ANDAL kepada Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai. Berdasarkan peraturan, lama waktu maksimal untuk penilaian KA-ANDAL adalah 75 hari di luar waktu yang dibutuhkan oleh penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya.
Proses penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL. Penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL dilakukan dengan mengacu pada KA-ANDAL yang telah disepakati (hasil penilaian Komisi AMDAL).
Proses penilaian ANDAL, RKL, dan RPL. Setelah selesai disusun, pemrakarsa mengajukan dokumen ANDAL, RKL dan RPL kepada Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai. Berdasarkan peraturan, lama waktu maksimal untuk penilaian ANDAL, RKL dan RPL adalah 75 hari di luar waktu yang dibutuhkan oleh penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya.
- Siapa yang bertugas menyusun AMDAL dan pihak mana saja yang terlibat dalam proses AMDAL ?
Jawab
Pihak-pihak yang terlibat dalam proses AMDAL adalah Komisi Penilai
AMDAL, pemrakarsa, dan masyarakat yang berkepentingan.
Komisi Penilai AMDAL adalah komisi yang bertugas menilai dokumen AMDAL. Di tingkat pusat berkedudukan di Kementerian Lingkungan Hidup, di tingkat Propinsi berkedudukan di Bapedalda/lnstansi pengelola lingkungan hidup Propinsi, dan di tingkat Kabupaten/Kota berkedudukan di Bapedalda/lnstansi pengelola lingkungan hidup Kabupaten/Kota. Unsur pemerintah lainnya yang berkepentingan dan warga masyarakat yang terkena dampak diusahakan terwakili di dalam Komisi Penilai ini. Tata kerja dan komposisi keanggotaan Komisi Penilai AMDAL ini diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup, sementara anggota-anggota Komisi Penilai AMDAL di propinsi dan kabupaten/kota ditetapkan oleh Gubernur dan Bupati/Walikota.
Pemrakarsa adalah orang atau badan hukum yang bertanggungjawab atas suatu rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan. Masyarakat yang berkepentingan adalah masyarakat yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses AMDAL berdasarkan alasan-alasan antara lain sebagai berikut: kedekatan jarak tinggal dengan rencana usaha dan/atau kegiatan, faktor pengaruh ekonomi, faktor pengaruh sosial budaya, perhatian pada lingkungan hidup, dan/atau faktor pengaruh nilai-nilai atau norma yang dipercaya. Masyarakat berkepentingan dalam proses AMDAL dapat dibedakan menjadi masyarakat terkena dampak, dan masyarakat pemerhati.
Komisi Penilai AMDAL adalah komisi yang bertugas menilai dokumen AMDAL. Di tingkat pusat berkedudukan di Kementerian Lingkungan Hidup, di tingkat Propinsi berkedudukan di Bapedalda/lnstansi pengelola lingkungan hidup Propinsi, dan di tingkat Kabupaten/Kota berkedudukan di Bapedalda/lnstansi pengelola lingkungan hidup Kabupaten/Kota. Unsur pemerintah lainnya yang berkepentingan dan warga masyarakat yang terkena dampak diusahakan terwakili di dalam Komisi Penilai ini. Tata kerja dan komposisi keanggotaan Komisi Penilai AMDAL ini diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup, sementara anggota-anggota Komisi Penilai AMDAL di propinsi dan kabupaten/kota ditetapkan oleh Gubernur dan Bupati/Walikota.
Pemrakarsa adalah orang atau badan hukum yang bertanggungjawab atas suatu rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan. Masyarakat yang berkepentingan adalah masyarakat yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses AMDAL berdasarkan alasan-alasan antara lain sebagai berikut: kedekatan jarak tinggal dengan rencana usaha dan/atau kegiatan, faktor pengaruh ekonomi, faktor pengaruh sosial budaya, perhatian pada lingkungan hidup, dan/atau faktor pengaruh nilai-nilai atau norma yang dipercaya. Masyarakat berkepentingan dalam proses AMDAL dapat dibedakan menjadi masyarakat terkena dampak, dan masyarakat pemerhati.
- Jelaskan mengenai UKL dan UPL !
Jawab
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan
Lingkungan Hidup (UPL) adalah upaya yang dilakukan dalam pengelolaan
dan pemantauan lingkungan hidup oleh penanggung jawab dan atau
kegiatan yang tidak wajib melakukan AMDAL (Keputusan Menteri Negara
Lingkungan Hidup Nomor 86 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan
Hidup).
Kegiatan yang tidak wajib menyusun AMDAL tetap harus melaksanakan upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan.
Kewajiban UKL-UPL diberlakukan bagi kegiatan yang tidak diwajibkan menyusun AMDAL dan dampak kegiatan mudah dikelola dengan teknologi yang tersedia.
UKL-UPL merupakan perangkat pengelolaan lingkungan hidup untuk pengambilan keputusan dan dasar untuk menerbitkan ijin melakukan usaha dan atau kegiatan.
Kegiatan yang tidak wajib menyusun AMDAL tetap harus melaksanakan upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan.
Kewajiban UKL-UPL diberlakukan bagi kegiatan yang tidak diwajibkan menyusun AMDAL dan dampak kegiatan mudah dikelola dengan teknologi yang tersedia.
UKL-UPL merupakan perangkat pengelolaan lingkungan hidup untuk pengambilan keputusan dan dasar untuk menerbitkan ijin melakukan usaha dan atau kegiatan.
- Sudah cukup banyak peraturan dan perundangan mengenai lingkungan hidup
yang dikeluarkan pemerintah, tetapi kenyataannya persoalan
lingkungan hidup
semakin parah dan jarang sekali yang diselesaikan secara tuntas.
Bagaimana
Jawab
Menurut saya hal ini kembali lagi pada kesadaran individu terhadap
lingkungan. Jika dilihat pada kasus yang terjadi sekarang ini, sudah
dapat diindikasikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dikatakan
kurang, karena makin komplexnya permasalahan yang dihadapi membuat
pihak yang harusnya bertugas dalam menyelesaikan masalah lingkungan
tidak menyelesaikan persoalan yang ada, disebabkan acuhnya pihak yang
bermasalah dalam mengindahkan aturan yang berlaku dan cenderung
rumit.
- Banyak proyek pembangunan yang dijalankan tanpa disertai AMDAL atau
menggunakan AMDAL fiktif, sebagai contoh kasus
adalah proyek reklamasi di Sabang (Studi Kasus). Bagaimana pendapat
saudara mengenai hal ini ?
Jawab
Menurut saya, kasus proyek reklamasi di Sabang adalah contoh dari
ketidakpedulian pengusaha terhadap kelestarian lingkungan dan hanya
memikirkan keuntungan pribadi saja. Dalam satu sumber dinyatakan
bhawa pihak pemerintah daerah Sabang sudah tidak memberikan izin
kepada pengusaha reklamasi untuk melakukan aktivitas tsb. Hal ini
juga seharusnya diawasi secara ketat oleh pemerintah daerah setempat.
Karena ini juga merupakan keteledoran dalam pengawasan dari pihak
pemerintah di Sabang sendiri.
Modul 13 KPLI (Manajemen Lingkungan)
1. apa yang di maksud dengan Sistem manejemen
Lingkungan ?
Jawab
Sistem manejemen
lingkungan merupakan bagian integral dari system manejemen perusahaan secara
keseluruhan yang terdiri dari satu set pengaturan pengaturan secara sistematis
yang meliputi struktur organisasi,tanggung jawab,prosedur,proses,serta sumber
daya alam dalam upaya mewujudkan kebijakan lingkungan yang telah di gariskan
oleh perusahaan.sistem manejemen lingkungan memberikan mekanisme untuk mencapai
dan menunjukan performasi lingkungan yang baik,melalui upaya pengendalian dampak
lingkungan dari kegiatan,produk dan jasa.Sistem tersebut juga dapat di gunakan
untuk mengatisipasi perkembangan tuntutan dan peningkatan performasi lingkungan
dari konsumen ,serta untuk memenuhi persyaratan peraturan lingkungan hidup dari
pemerintah
2. Sebutkan unsur utama dalam Sistem Manejemen
Lingkungan ?
Jawab
A kebijakan lingkungan :
Pernyataan tentang maksud kegiatan manejemen lingkungan dan prinsip prinsip
yang di gunakan untuk mencapainya
B Perencanaan : Mencakup
identifikasi aspek lingkungan dan persyaratan peraturan lingkungan hidup yang
bersesuai,penentuan tujuan pencapaian dan program pengelolaan lingkungan
C Implementasi :
Mencakup struktur organisasi,wewenang dan tanggung
jawab,training,komunikasi,dokumentasi,,kontrol dan tanggap darurat.
D Pemeriksaan reguler
dan tindakan perbaikan : mencakup pemantauan,pengukuran dan audit
E Kajian manejemen :
Kajian tentang kesesuaian dan efektifitas system untuk mencapai tujuan dan
perubahan yang terjadi di luar organisasi ( Bratasida, 1996 )
3. Sebutkan bidang bidang dan sub system dalam
ISO SERI 14000 ?
Jawab
Standar ISO 14000
Terbagi dalam dua bidang yang terpisah yaitu evaluasi organisasi dan evaluasi
produk.Evaluasi organisasi terbagi dari 3 sub system yaitu sub system manejemen
lingkungan,audit lingkungan dan evaluasi kinerja lingkungan,Evaluasi produk
terdiri dari sub system aspek lingkungan pada standar produk,label lingkungan
dan asesmen daur hidup (Hadiwiardjo )
4. Apa tujuan penerapan ISO 14001 ?
Jawab
Untuk mendukung
perlindungan lingkungan dan pencegahan pencemaran yang seimbang dengan
kebutuhan social ekonomi.Manejemen lingkungan mencakup suatu rentang isu yang
lengkap meliputi hal hal yang berkaitan dengan strategi dan kompetisi.
5. Jelaskan manfaat dan implikasi penerapan ISO
14000 ?
Jawab
A. Dapat
mengendifikasi,memperkirakan dan mengatasi resiko lingkungan yang mungkin
timbul
B Dapat menekan biaya
produksi, dapat mengurangi kecelakaan kerja dapat memelihara hubungan baik
dengan masyarakat,pemerintah dan pihak pihak yang peduli terhadap lingkungan.
C Memberi jaminan kepada
konsumen mengenai komitmen pihak manejemen puncak terhadap lingkungan
D Dapat mengangkat citra
perusahaan,meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperbesar pangsa pasar
E Menunjukkan ketaatan
perusahaan terhadap peraturan perundang undangan yang berkaitkan dengan
lingkungan
F Mempermudah memperoleh
izin dan akses kredit bank
G Dapat meningkatkan
motivasi para pekerja.
6. Jelaskan karakteristik ISO 14001
Jawab
- Generik
-Dapat di terapkan untuk
seluruh tipe dan ukuran organisasi
-mengakomodir beragam
kondisi geografis,social dan budaya.
- Sukarela
Tidak memuat persyaratan
kinerja lingkungan ( missal,criteria untuk sarana pengolahan limbah cair )
- Sarana
untuk secara sistematis mengendalikan dan mencapai organisasi kinerja
lingkungan yang di kehendaki.
- Memuat
kinerja yang fundamental untuk mencapai :
Mentaati peraturan
perundang-undangan dan ketentuanl lingkungan yang relevan.dan
Komitmen untuk terus
menerus memperbaiki sejalan dengan kebijakan organisasi
- Di
disain komplemen dgn standar seri system manejemen mutu ISO 9000
- Dapat
di gunakan untuk keperluan sertifikasi dan / atau deklarasi diri
- Dinamis,adaptif
.
- Standar
SmL memuat persyaratan system manejemen yang berbasis siklus”plan,
implement,check and review
- Keterkaitan
yang erat antara klausal atau elemen standar.
Modul 12 KPLI (Polusi Udara)
1. Jelaskan pengertian
udara, berikut komposisinya?
Jawab
Udara adalah suatu campuran gas yang terdapat pada
lapisan yang
mengelilingi
bumi.Komposisi campuran gas tersebut tidak selalu konsistan.
Komposisinya adalah
Komposisi udara kering
di mana semua uap air telah dihilangkan relatif
konstan. Komposisi udara
kering yang besih yang dikumpulkan di sekitar laut dapat
dilihat pada Tabel 1.
konsentrasi gas dinyatakan dalam persen atau per sejuta
(ppm = part permillion),
tetapi untuk gas yang konsentrasinya sangat kecil biasanya
dinyatakan dalam ppm.
Selai gas-gas yang tercantum dalam abel 9.1. masih ada lagi
gas-gas lain yang
mungkin terdapat di udara tetapi jumlahnya sangat kecil, yaitu
kurang dari 1 ppm.
(Fardiaz, 1992).
|
Komponen
|
Formula
|
Persen Volume
|
Ppm
|
|
Nirogen
|
N2
|
78,08
|
780. 800
|
|
Oksigen
|
O2
|
20,95
|
209. 500
|
|
Argon
|
Ar
|
0,934
|
9. 340
|
|
Karbon diokside
|
CO2
|
0,0314
|
314
|
|
Neon
|
Ne
|
0,00182
|
18
|
|
Helium
|
He
|
0,000524
|
5
|
|
Metana
|
CH4
|
0,0002
|
2
|
|
Kripton
|
Kr
|
0,000114
|
1
|
2. Jelaskan mengenai
polutan udara primer dan sumber utama polusi !
Jawab
Polutan udara primer, yaitu polutan yang mencakup 90% dari jumlah
polutan
udara seluruhnya, dapat
dibedakan menjadi lima kelompok sebagai berikut:
1. Karbon monokside (CO)
2. Nitrogen (NOx)
3. Hidrokarbon (HC)
4. Sulfur diokside (SOx)
5. Partikel
Sumber polusi yang utama berasal dari transportasi, di mana hampir 60%
dari
polutan yang dihasilkan
terdiri dari karbon monokside dan sekitar 15% terdiri dari
hidrokarbon.
Sumber-sumber polusi lainnya misalnya pembakaran, proses industri,
pembuangan limbah, dan
lain-lain. Polutan yang utama adalah karbon monokside
yang mencapai hampir
setengah dari seluruh polutan udara yang ada.
Karbon monokside (CO) adalah suatu komponen tidak berwarna, tidak
berbau
dan tidak mempunyai rasa
yang terdapat dalam bentuk gas pada suhu di atas -192º
C,. komponen ini
mempunyai berat sebesar 96,5% dari berat air dan tidak larut di
dalam air.
3. Bagaimana terjadinya
pembentukan karbon monoksida (CO) !
Jawab
Karbon monokside yang
terdapat di alam terbentuk dari salah satu proses
sebagai berikut:
1. Pembakaran tidak
lengkap terhadap karbon atau komponen yang
mengandung karbon.
2. Reaksi antara karbon
diokside dan komponen yang mengandung karbon
pada suhu tinggi.
3. Pada suhu tinggi,
karbon diokside terurai menjadi karbon monokside dan O.
4. Bagaimana pengaruh CO
terhadap manusia?
Jawab
Pengaruh beracun CO
terhadap tubuh terutama disebabkan oleh reaksi antara
CO dengan hemoglobin
(Hb) di dalam darah. Hemoglobin di dalam darah secara
normal berfungsi dalam
sistem transpor untuk membawa oksigen dalam bentuk
oksihemoglobin (O2Hb)
dari paru-paru ke sel-sel tubuh, dan membawa CO2 dalam
bentuk CO2Hb dari
sel-sel tubuh ke paru-paru. Dengan adanya CO, hemoglobin
dapat membetuk
karboksihemoglobin. Jika reaksi demikian terjadi, maka
kemampuan darah untuk
mentranspor oksigen menjadi berkurang. Afinitas CO
terhadap hemoglobin
adalah 200 kali lebih tinggi daripada afinitas oksigen teradap
hemoglobin, akibatnya
jika CO dan O2 terhadap bersama-sama di udara akan
terbentuk COHb dalam
jumlah jauh lebih banyak dari pada O 2Hb
5. Berbagai cara
dilakukan untuk mengurangi emisi CO dari kendaraan
bermotor, berikan
penjelasan!
Jawab
Cara-cara tersebut
diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Modifikasi mesin
pembakar untuk mengurangi jumlah polutan yang ter
bentuk karena
pembakaran.
2. Pengembangan reaktor
sistem ekshaust sehingga proses pembakaran
berlangsung sempurna dan
polutan yang berbahaya diubah menjadi
polutan yang aman.
3. Pengembangan
substitusi bahan bakar untuk bensin sehingga
menghasilkan polutan
dangan konsentrasi rendah selama pembakaran.
4. Pengembangan sumber
tenaga yang rendah polusi untuk menggantikan
mesin pembakar yang ada.
6. Berikan uraian
menganai udara nitrogen oksida, hidrokarbon, sulfur
oksida dan partikel !
Jawab
Nitrogen okside (NOx) adalah kelompok gas yang terdapat di atmosfir
yang
terdiri dari gas nitrik
okside (NO) dan nitrogen diokside (NO 2). Walupun bentuk
nitrogen okside lainnya
ada, tetapi kedua gas ini yang banyak ditemukan sebagai
polutan udara. Nitrik
okside merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau,
sebaliknya nitrogen
diokside mempunyai warna coklat kemerahan dan berbau tajam.
Hidrokarbon komponen hidrokarbon hanya terdiri dari elemen
hidrogen dan karbon.
Beribu-ribu komponen hidrokarbon terdapat di alam, di mana
pada suhu kamar terdapat
tiga bentuk, yaitu gas, cair dan padat. Sifat fisik dari
masing-masing bentuk
tersebut dipengaruhi oleh struktur molekul, terutama jumlah
atom karbon yan menyusun
molekul hidrokarbon. Hidrokarbon yang mengandung 1 -4 atom karbon berbentuk gas
pada suhu kamar, sedangkan yang mengandung 5
atau lebih atom karbon
berbentuk cair atau padat. Semakin tinggi jumlah atom
karbon semakin cenderung
untuk terdapat dalam bentuk padat. Hidrokarbon yang
sering menimbulkan
masalah dalam polusi udara adalah yang berbentuk gas pada
suhu atmosfer normal
atau hidrokarbon yang bersifat sangat volatif (mudah berubah
menjadi gas) pada suhu
tersebut. Kebanyakan komponen-komponen tersebut
mempunyai struktur yang
sederhana, yaitu mengandung 12 atom karbon atau
kurang per molekul.
Polusi oleh sulfur
okside terutama disebabkan oleh
dua komponen gas yang
tidak berwarna, yaitu
sulfur diokside (SO 2) dan sulfur triokside (SO3), dan keduanya
disebut sebagai SOx.
Sulfur diokside mempunyai karakteristik bau yang tajam dan
tidak terbakar di udara,
sedangkan sulfur triokside merupakan komponen yang tidak
reaktif.
Pembakaran bahan-bahan
yang mengandung sulfur akan menghasilkan
kedua bentuk sulfur
okside, tetapi jumlah relatif masing -masing tidak dipengaruhi
oleh jumlah oksigen yang
tersedia. Meskipun udara tersedia dalam jumlah cukup,
SO2 selalu terbentuk
dalam jumlah terbesar. Jumlah SO yang terbentuk dipengaruhi
oleh kondisi reaksi,
terutama suhu, dan bervariasi dari 1 sampai 10% dari total SO x.
Meskipun polutan udara
yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya
berbentuk gas, tetapi
ada polutan udara yang berbentuk partikel-partikel kecil
padatan dan droplet
cairan yang terdapat dalam jumlah tinggi di udara. Polusi udara
karena partikel-partikel
tersebut merupakan masalah lingkungan yang perlu
mendapat perhatian,
terutama di daerah perkotaan.
7. Apa yang anda ketahui
mengenai polusi udara di kota besar ?
Jawab
Masalah
pencemaran udara dikota-kota
besar, sangat dipengaruhi dan berbeda
oleh berbagai faktor yaitu: tofografi, kependudukan, iklim dan cuaca serta
tingkat atau angka perkembangan sosio ekonomi
dan industrialisasi. Masalah-masalah ini akan meningkat keadaannya,
jika jumlah penduduk perkotaan semakin meningkat yang mengakibatkan jumlah
penduduk yang terpapar polusi udara juga meningkat.
8. Bagaimana peranan
perguruan tinggi dalam mengatasi polusi udara, buatlah
analisis singkat dengan
studi kasus Program Pengelolaan Udara di Fakultas
Teknik Sipil dan
Lingkungan ITB ?
Jawab
Melalui Program
Pengelolaan Udara dan Limbah, Fakultas Teknik Sipil dan
Lingkungan ITB telah
melakukan berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian
masyarakat, seperti
berikut :
Penelitian-Penelitian
yang Dilakukan di Laboratorium Kualitas Udara
· Faktor Emisi Gas Buang CO, Pb, dan Partikulat
pada Kendaraan Bermotor
Roda Empat di Indonesia
· Pengaruh Buangan Gas CO, NO2, dan HC,
Partikulat, SO2 dan Pb dari
Industri terhadap
Kualias Udara di Daerah Bandung Selatan
· Studi Evaluasi Kualitas Udara, Khususnya SO, SO,
NO, Partikuiat Akibat
Proses Pembakaran
Batubara PUD Suralaya
· Metodologi Penentuan Titik Pemantauan untuk
Sumber Udara Tidak
Bergerak dengan Industri
Semen Palimanan sebagai Studi Kasus
· Penyisihan NOx secara Fotokatalitik menggunakan
Titanium Dioksida
· Pengaruh Pembebanan dalam Komposisi Polisiklik
Aromatik Hidrokarbon
(PAH) dalam Emisi Mesin
Diesel
Penelitian dalam
Kualitas Udara Perkotaan
· Pengukuran Fluks Deposisi Kering Ambien untuk
Partikel Total dan Pb di
Bandung
· Studi Pencemaran Udara (TSP, Pb, SO2, CO, NO2,
Total Hidro Karbon di
Daerah Pemukiman Bandung
Utara
· Distribusi Ukuran Parikulat untuk Senyawa Sulfat
dan Nitrat di Bandung
· Identifikasi Sumber Emisi Pencemar Gas dan
Partikulat di Su rabaya
· Analisis Komposisi dan Fraksi Partikulat
Atmosferik di Kota Bandung
· Evaluasi Hasil Pengukuran Konsentrasi
Partikulat, Senyawa NOx, CO, NO2
dan Pb di Jalan Braga
Bandung
· Analisis Komposisi Fraksi dan Fluktuasi Hidro
Karbon C1 –C5 dari Udara,
Studi Kasus di Bandung
Utara
· Analisis Prekursor Fotooksidan di Daerah Bandung
· Index Pencemaran Udara dengan Indikator
Coefficient of Haze: Studi Kasus
Bandung-Jakarta
· Kajian Korelasi Konsentrasi Polutan CO dan NOx
dengan Jumlah Kendaraan
Bermotor dengan Studi
Kasus Terminal Leuwi Panjang Bandung
Penelitian dalam
Pengendalian Pencemaran Udara
· Proses Biofiltrasi untuk Penyisihan Gas Ammonia
dan Hidrogen Sulfida
· Proses Biofiltrasi untuk Penyisihan Gas SO2
· Studi Evaluasi Efisiensi Penyisihan Gas SO2
dengan Pembebanan Tinggi
Menggunakan Teknik
Biofiltrasi
Penelitian dalam Studi
Kinetik dan Kimia Atmosfer Daerah Tropis
· Studi Analisis Mengenai Perilaku Keasaman
Partikulat pada Deposisi Kering
· Studi Analisis Mengenai Perilaku Keasaman pada
Deposisi Basah
· Studi Perilaku SenyawaSulfurdi Daerah Tropis
· Model Kinetika Pembentukan Ozon di Troposfer
dengan Prekursor
Hidrokarbon dan NOx
· Identifikasi Prekursor
Sumber Emisi dan Proses Asidifikasi Hujan Asam
Selasa, 23 Juni 2015
Modul 11 KPLI (Pencemaran Air)
1. Jelaskan apa yang anda ketahui mengenai air,
bagaimana hubungannya peradaban manusia?
Jawab: Air adalah zat kimia yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang
diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi
hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi. Air
sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub
dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air adalah
substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. sering
disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia. Air
berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dan temperatur standar.
Peradaban manusia
berjaya mengikuti sumber air. Mesopotamia yang disebut sebagai awal peradaban berada di antara sungai Tigris dan Euphrates. Peradaban
Mesir Kuno bergantung pada sungai Nil. Pusat-pusat manusia yang besar
seperti Rotterdam, London, Montreal, Paris, New York City, Shanghai, Tokyo, Chicago, dan Hong Kong mendapatkan kejayaannya sebagian dikarenakan
adanya kemudahan akses melalui perairan.
2. Berikan penjelasan mengenai pencemaran air !
Jawab: Pencemaran air adalah
penyimpangan sifat-sifat air dari dari keadaan normal,bukan dari kemurniannya.
.Air yang tersebar di alam tidak pernah terdapat dalam bentuk murni, tetapi
bukan berarti semua air sudah terpolusi.Sebagai contoh,meskipun di daerah
pegunungan atau hutan yang terpencil dengan udara yang bersih dan bebas dari
polusi,air hujan selalu mengandung bahan-bahan terlarut seperti CO2,O2 dan
N2,serta bahan-bahan tersuspensi seperti debu dan partikel-partikel
lainnya yang terbawa dari atmosfer.
3. Apakah
air yang kita minum sehari-hari merupakan air murni ?
Jawab: Air
minum pun bukan merupakan air murni. Meskipun bahan-bahan tersuspensi dan
bakteri mungkin telah dihilangkan dari air tersebut, tetapi air minum mungkin
masih mengandung komponen-komponen terlarut. Bahkan air murni sebenarnya tidak
enak diminum karena beberapa bahan yang terlarut mungkin memberikan rasa yang
spesifik terhadap air minum.
4. Jelaskan
pengelompokan mengenai bahan pencemar (polutan) !
Jawab: polutan
air dapat dikelompokkan atas 9 grup berdasarkan perbedaan sifat-sifatnya
sebagai berikut:
1. Padatan
2. Bahan
buangan yang membutuhkan oksigen (oxygen-demanding wastes)
3. Mikroorganisme
4. Komponen
organik sintetik
5. Nutrien
tanaman
6. Minyak
7. Senyawa
anorganik dan mineral
8. Bahan
radioaktif
9. Panas
5. Jelaskan
mengenai sifat-sifat air tercemar !
Jawab: Untuk
mengetahui apakah suatu air terpolusi atau tidak, diperlukan pengujian untuk
menentukan sifat-sifat air sehingga dapat diketahui apakah terjadi penyimpangan
dari batasan-batasan polusi air. Sifat-sifat air yang umum diuji dan dapat
digunakan untuk menentukan tingkat polusi air misalnya:
1. Nilai
pH, keasaman dan alkalinitas
2. Suhu
3. Warna,
bau dan rasa
4. Jumlah
padatan
5. Nilai
BOD/COD
6. Pencemaran
mikroorganisme patogen
7. Kandungan
minyak
8. Kandungan
logam berat
9. Kandungan
bahan radioaktif
6. Apa
yang dimaksud dengan biochemical oxygen demand (BOD) dan cjemical oxygen demand?
Jawab: Biochemical
Oxygen Demand (BOD) menunjukkan jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh
organisme hidup untuk memecahkan atau mengoksidasi bahan-bahan buangan di dalam
air. Jadi nilai BOD tidak menunjukan jumlah bahan organik yang sebenarnya,
tetapi hanya mengukur secara relatif jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi
bahan-bahan buangan tersebut.
Chemical Oxygen Demand (COD) Untuk
mengetahui jumlah organik di dalam air dapat dilakukan suatu uji yang lebih
cepat dari pada uji BOD, yaitu berdasarkan reaksi kimia dari suatu bahan
oksidan. Uji tersebut disebut uji COD (chemical oxygen demand), yaitu suatu uji
yang menentukan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bahan oksidan, misalnya
kalium dikhromat , untuk mengoksidasi bahan-bahan organik yang terdapat di
dalam air.
7. Jelaskan
mengenai pengaruh logam berat yang terkandung dalam air dan pengaruhnya
terhadap lingkungan !
Jawab: Penggunaan
logam-logam berat dalam berbagai keperluan sehari-hari berarti telah secara
langsung maupun tidak langsung, sengaja maupun tidak sengaja, telah mencemari
lingkungan. Beberapa logam berat tersebut ternyata telah mencemari lingkungan
melebihi batas yang berbahaya bagi kehidupan lingkungan. Logam-logam berat yang
berbahaya dan sering mencemari lingkungan terutama adalah merkuri (Hg), timbal
(Pb), arsenik (As), Kadmium (Cd), Khromium (Cr) dan Nikel (Ni). Logam-logam
tersebut diketahui dapat mengumpul di dalam tubuh suatu organisme, dan tetap
tinggal dalam tubuh dalam jangka waktu lama sebagai racun yang terakumulasi.
8. Pelajari
kasus 1 “Pelayanan Air Minum Jakarta dan Pencemaran Air”. Berikan pendapat anda !
Jawab: kelangkahan air bersih tengah berlangsung di sejumlah tempat di
Indonesia,terutama di pulau jawa.kelangkahan air terjadi karena kerusakan
lingungan hidup,pencemaran dan tidak meratanya akses terhadap air bersih. sementara mengenai tingkat layanan, warga
menganggap kualitas air minum setelah privatisasi tetap keruh dan berbau tidak
sedap. Rumah yang berada di pinggir jalan besar bisa mendapat air dengan
lancar, sementara rumah di tengah perkampungan airnya sering mati.distribusi
air yang tidak merata akibat kecilnya tekanan air. Di sini pemerintah harus
melakukan investigasi ke PT Pam Jaya, Apakah pompa air yang di gunakan sudah standart
dan memiliki specsifikasi yang sesuai .??
9. Begitu
pula untuk kasus 2 “Pencemaran Citarum di Fase Terberat”, bagaimana opini anda
?
Jawab: Berdasarkan data Volume sampah yang mencemari
sungai sekitar 70%, kemudian industri 16%, pertanian 2 % dan sisanya adalah
peternakan. Presentasi pencemaran paling besar yaitu dari sampah. Itu tanda nya
minim nya kepedulian masyarakat akan sampah, sosialisai sudah di lakukan
kewarga bahwa bahaya pencemaran sungai karena sampah, tetapi masih sedikit
warga yang peduli akan hal tersebut. Ternyata tidak cukup hanya
mengsosialisasikan bahaya tersebut. ”KAMPANYE TEMPAT SAMPAH” pembuatan stasiun
tempat sampah di beberapa titik, agar warga tidak jauh2 membuang sampah nya dan
memperbanyak petugas kebersihan atau petugas pengambilan sampah.pembuangan
sampah kesungai karena tidak ada nya tempat pembuangan , atau petugas pengambil
sampah yang sangat jarang , ini salah satu penyebab warga membuang sampah nya
ke sungai.
Langganan:
Komentar (Atom)