Rabu, 24 Juni 2015

Modul 12 KPLI (Polusi Udara)

1. Jelaskan pengertian udara, berikut komposisinya?

Jawab
Udara adalah suatu campuran gas yang terdapat pada lapisan yang
mengelilingi bumi.Komposisi campuran gas tersebut tidak selalu konsistan.
Komposisinya adalah
Komposisi udara kering di mana semua uap air telah dihilangkan relatif
konstan. Komposisi udara kering yang besih yang dikumpulkan di sekitar laut dapat
dilihat pada Tabel 1. konsentrasi gas dinyatakan dalam persen atau per sejuta
(ppm = part permillion), tetapi untuk gas yang konsentrasinya sangat kecil biasanya
dinyatakan dalam ppm. Selai gas-gas yang tercantum dalam abel 9.1. masih ada lagi
gas-gas lain yang mungkin terdapat di udara tetapi jumlahnya sangat kecil, yaitu
kurang dari 1 ppm. (Fardiaz, 1992).
Komponen
Formula
Persen Volume
Ppm
Nirogen
N2
78,08
780. 800
Oksigen
O2
20,95
209. 500
Argon
Ar
0,934
9. 340
Karbon diokside
CO2
0,0314
314
Neon
Ne
0,00182
18
Helium
He
0,000524
5
Metana
CH4
0,0002
2
Kripton
Kr
0,000114
1


2. Jelaskan mengenai polutan udara primer dan sumber utama polusi !

Jawab
Polutan udara primer, yaitu polutan yang mencakup 90% dari jumlah polutan
udara seluruhnya, dapat dibedakan menjadi lima kelompok sebagai berikut:
1. Karbon monokside (CO)
2. Nitrogen (NOx)
3. Hidrokarbon (HC)
4. Sulfur diokside (SOx)
5. Partikel
Sumber polusi yang utama berasal dari transportasi, di mana hampir 60% dari
polutan yang dihasilkan terdiri dari karbon monokside dan sekitar 15% terdiri dari
hidrokarbon. Sumber-sumber polusi lainnya misalnya pembakaran, proses industri,
pembuangan limbah, dan lain-lain. Polutan yang utama adalah karbon monokside
yang mencapai hampir setengah dari seluruh polutan udara yang ada.
Karbon monokside (CO) adalah suatu komponen tidak berwarna, tidak berbau
dan tidak mempunyai rasa yang terdapat dalam bentuk gas pada suhu di atas -192º
C,. komponen ini mempunyai berat sebesar 96,5% dari berat air dan tidak larut di
dalam air.


3. Bagaimana terjadinya pembentukan karbon monoksida (CO) !

Jawab
Karbon monokside yang terdapat di alam terbentuk dari salah satu proses
sebagai berikut:
1. Pembakaran tidak lengkap terhadap karbon atau komponen yang
mengandung karbon.
2. Reaksi antara karbon diokside dan komponen yang mengandung karbon
pada suhu tinggi.
3. Pada suhu tinggi, karbon diokside terurai menjadi karbon monokside dan O.


4. Bagaimana pengaruh CO terhadap manusia?

Jawab 
Pengaruh beracun CO terhadap tubuh terutama disebabkan oleh reaksi antara
CO dengan hemoglobin (Hb) di dalam darah. Hemoglobin di dalam darah secara
normal berfungsi dalam sistem transpor untuk membawa oksigen dalam bentuk
oksihemoglobin (O2Hb) dari paru-paru ke sel-sel tubuh, dan membawa CO2 dalam
bentuk CO2Hb dari sel-sel tubuh ke paru-paru. Dengan adanya CO, hemoglobin
dapat membetuk karboksihemoglobin. Jika reaksi demikian terjadi, maka
kemampuan darah untuk mentranspor oksigen menjadi berkurang. Afinitas CO
terhadap hemoglobin adalah 200 kali lebih tinggi daripada afinitas oksigen teradap
hemoglobin, akibatnya jika CO dan O2 terhadap bersama-sama di udara akan
terbentuk COHb dalam jumlah jauh lebih banyak dari pada O 2Hb


5. Berbagai cara dilakukan untuk mengurangi emisi CO dari kendaraan
bermotor, berikan penjelasan!

Jawab
Cara-cara tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Modifikasi mesin pembakar untuk mengurangi jumlah polutan yang ter
bentuk karena pembakaran.
2. Pengembangan reaktor sistem ekshaust sehingga proses pembakaran
berlangsung sempurna dan polutan yang berbahaya diubah menjadi
polutan yang aman.
3. Pengembangan substitusi bahan bakar untuk bensin sehingga
menghasilkan polutan dangan konsentrasi rendah selama pembakaran.
4. Pengembangan sumber tenaga yang rendah polusi untuk menggantikan
mesin pembakar yang ada.


6. Berikan uraian menganai udara nitrogen oksida, hidrokarbon, sulfur
oksida dan partikel !

Jawab
Nitrogen okside (NOx) adalah kelompok gas yang terdapat di atmosfir yang
terdiri dari gas nitrik okside (NO) dan nitrogen diokside (NO 2). Walupun bentuk
nitrogen okside lainnya ada, tetapi kedua gas ini yang banyak ditemukan sebagai
polutan udara. Nitrik okside merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau,
sebaliknya nitrogen diokside mempunyai warna coklat kemerahan dan berbau tajam.
Hidrokarbon komponen hidrokarbon hanya terdiri dari elemen
hidrogen dan karbon. Beribu-ribu komponen hidrokarbon terdapat di alam, di mana
pada suhu kamar terdapat tiga bentuk, yaitu gas, cair dan padat. Sifat fisik dari
masing-masing bentuk tersebut dipengaruhi oleh struktur molekul, terutama jumlah
atom karbon yan menyusun molekul hidrokarbon. Hidrokarbon yang mengandung 1 -4 atom karbon berbentuk gas pada suhu kamar, sedangkan yang mengandung 5
atau lebih atom karbon berbentuk cair atau padat. Semakin tinggi jumlah atom
karbon semakin cenderung untuk terdapat dalam bentuk padat. Hidrokarbon yang
sering menimbulkan masalah dalam polusi udara adalah yang berbentuk gas pada
suhu atmosfer normal atau hidrokarbon yang bersifat sangat volatif (mudah berubah
menjadi gas) pada suhu tersebut. Kebanyakan komponen-komponen tersebut
mempunyai struktur yang sederhana, yaitu mengandung 12 atom karbon atau
kurang per molekul.
Polusi oleh sulfur okside terutama disebabkan oleh dua komponen gas yang
tidak berwarna, yaitu sulfur diokside (SO 2) dan sulfur triokside (SO3), dan keduanya
disebut sebagai SOx. Sulfur diokside mempunyai karakteristik bau yang tajam dan
tidak terbakar di udara, sedangkan sulfur triokside merupakan komponen yang tidak
reaktif.
Pembakaran bahan-bahan yang mengandung sulfur akan menghasilkan
kedua bentuk sulfur okside, tetapi jumlah relatif masing -masing tidak dipengaruhi
oleh jumlah oksigen yang tersedia. Meskipun udara tersedia dalam jumlah cukup,
SO2 selalu terbentuk dalam jumlah terbesar. Jumlah SO yang terbentuk dipengaruhi
oleh kondisi reaksi, terutama suhu, dan bervariasi dari 1 sampai 10% dari total SO x.
Meskipun polutan udara yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya
berbentuk gas, tetapi ada polutan udara yang berbentuk partikel-partikel kecil
padatan dan droplet cairan yang terdapat dalam jumlah tinggi di udara. Polusi udara
karena partikel-partikel tersebut merupakan masalah lingkungan yang perlu
mendapat perhatian, terutama di daerah perkotaan.


7. Apa yang anda ketahui mengenai polusi udara di kota besar ?

Jawab
Masalah   pencemaran   udara   dikota-kota   besar,   sangat   dipengaruhi   dan  berbeda oleh berbagai faktor yaitu: tofografi, kependudukan, iklim dan cuaca serta tingkat  atau  angka  perkembangan  sosio  ekonomi  dan  industrialisasi.  Masalah-masalah ini akan meningkat keadaannya, jika jumlah penduduk perkotaan semakin meningkat yang mengakibatkan jumlah penduduk yang terpapar polusi  udara juga meningkat.


8. Bagaimana peranan perguruan tinggi dalam mengatasi polusi udara, buatlah
analisis singkat dengan studi kasus Program Pengelolaan Udara di Fakultas
Teknik Sipil dan Lingkungan ITB ?

Jawab
Melalui Program Pengelolaan Udara dan Limbah, Fakultas Teknik Sipil dan
Lingkungan ITB telah melakukan berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian
masyarakat, seperti berikut :
Penelitian-Penelitian yang Dilakukan di Laboratorium Kualitas Udara
· Faktor Emisi Gas Buang CO, Pb, dan Partikulat pada Kendaraan Bermotor
Roda Empat di Indonesia
· Pengaruh Buangan Gas CO, NO2, dan HC, Partikulat, SO2 dan Pb dari
Industri terhadap Kualias Udara di Daerah Bandung Selatan
· Studi Evaluasi Kualitas Udara, Khususnya SO, SO, NO, Partikuiat Akibat
Proses Pembakaran Batubara PUD Suralaya
· Metodologi Penentuan Titik Pemantauan untuk Sumber Udara Tidak
Bergerak dengan Industri Semen Palimanan sebagai Studi Kasus
· Penyisihan NOx secara Fotokatalitik menggunakan Titanium Dioksida
· Pengaruh Pembebanan dalam Komposisi Polisiklik Aromatik Hidrokarbon
(PAH) dalam Emisi Mesin Diesel
Penelitian dalam Kualitas Udara Perkotaan
· Pengukuran Fluks Deposisi Kering Ambien untuk Partikel Total dan Pb di
Bandung
· Studi Pencemaran Udara (TSP, Pb, SO2, CO, NO2, Total Hidro Karbon di
Daerah Pemukiman Bandung Utara
· Distribusi Ukuran Parikulat untuk Senyawa Sulfat dan Nitrat di Bandung
· Identifikasi Sumber Emisi Pencemar Gas dan Partikulat di Su rabaya
· Analisis Komposisi dan Fraksi Partikulat Atmosferik di Kota Bandung
· Evaluasi Hasil Pengukuran Konsentrasi Partikulat, Senyawa NOx, CO, NO2
dan Pb di Jalan Braga Bandung
· Analisis Komposisi Fraksi dan Fluktuasi Hidro Karbon C1 –C5 dari Udara,
Studi Kasus di Bandung Utara
· Analisis Prekursor Fotooksidan di Daerah Bandung
· Index Pencemaran Udara dengan Indikator Coefficient of Haze: Studi Kasus
Bandung-Jakarta
· Kajian Korelasi Konsentrasi Polutan CO dan NOx dengan Jumlah Kendaraan
Bermotor dengan Studi Kasus Terminal Leuwi Panjang Bandung
Penelitian dalam Pengendalian Pencemaran Udara
· Proses Biofiltrasi untuk Penyisihan Gas Ammonia dan Hidrogen Sulfida
· Proses Biofiltrasi untuk Penyisihan Gas SO2
· Studi Evaluasi Efisiensi Penyisihan Gas SO2 dengan Pembebanan Tinggi
Menggunakan Teknik Biofiltrasi
Penelitian dalam Studi Kinetik dan Kimia Atmosfer Daerah Tropis
· Studi Analisis Mengenai Perilaku Keasaman Partikulat pada Deposisi Kering
· Studi Analisis Mengenai Perilaku Keasaman pada Deposisi Basah
· Studi Perilaku SenyawaSulfurdi Daerah Tropis
· Model Kinetika Pembentukan Ozon di Troposfer dengan Prekursor
Hidrokarbon dan NOx
· Identifikasi Prekursor Sumber Emisi dan Proses Asidifikasi Hujan Asam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar