1. Jelaskan pengertian
udara, berikut komposisinya?
Jawab
Udara adalah suatu campuran gas yang terdapat pada
lapisan yang
mengelilingi
bumi.Komposisi campuran gas tersebut tidak selalu konsistan.
Komposisinya adalah
Komposisi udara kering
di mana semua uap air telah dihilangkan relatif
konstan. Komposisi udara
kering yang besih yang dikumpulkan di sekitar laut dapat
dilihat pada Tabel 1.
konsentrasi gas dinyatakan dalam persen atau per sejuta
(ppm = part permillion),
tetapi untuk gas yang konsentrasinya sangat kecil biasanya
dinyatakan dalam ppm.
Selai gas-gas yang tercantum dalam abel 9.1. masih ada lagi
gas-gas lain yang
mungkin terdapat di udara tetapi jumlahnya sangat kecil, yaitu
kurang dari 1 ppm.
(Fardiaz, 1992).
|
Komponen
|
Formula
|
Persen Volume
|
Ppm
|
|
Nirogen
|
N2
|
78,08
|
780. 800
|
|
Oksigen
|
O2
|
20,95
|
209. 500
|
|
Argon
|
Ar
|
0,934
|
9. 340
|
|
Karbon diokside
|
CO2
|
0,0314
|
314
|
|
Neon
|
Ne
|
0,00182
|
18
|
|
Helium
|
He
|
0,000524
|
5
|
|
Metana
|
CH4
|
0,0002
|
2
|
|
Kripton
|
Kr
|
0,000114
|
1
|
2. Jelaskan mengenai
polutan udara primer dan sumber utama polusi !
Jawab
Polutan udara primer, yaitu polutan yang mencakup 90% dari jumlah
polutan
udara seluruhnya, dapat
dibedakan menjadi lima kelompok sebagai berikut:
1. Karbon monokside (CO)
2. Nitrogen (NOx)
3. Hidrokarbon (HC)
4. Sulfur diokside (SOx)
5. Partikel
Sumber polusi yang utama berasal dari transportasi, di mana hampir 60%
dari
polutan yang dihasilkan
terdiri dari karbon monokside dan sekitar 15% terdiri dari
hidrokarbon.
Sumber-sumber polusi lainnya misalnya pembakaran, proses industri,
pembuangan limbah, dan
lain-lain. Polutan yang utama adalah karbon monokside
yang mencapai hampir
setengah dari seluruh polutan udara yang ada.
Karbon monokside (CO) adalah suatu komponen tidak berwarna, tidak
berbau
dan tidak mempunyai rasa
yang terdapat dalam bentuk gas pada suhu di atas -192º
C,. komponen ini
mempunyai berat sebesar 96,5% dari berat air dan tidak larut di
dalam air.
3. Bagaimana terjadinya
pembentukan karbon monoksida (CO) !
Jawab
Karbon monokside yang
terdapat di alam terbentuk dari salah satu proses
sebagai berikut:
1. Pembakaran tidak
lengkap terhadap karbon atau komponen yang
mengandung karbon.
2. Reaksi antara karbon
diokside dan komponen yang mengandung karbon
pada suhu tinggi.
3. Pada suhu tinggi,
karbon diokside terurai menjadi karbon monokside dan O.
4. Bagaimana pengaruh CO
terhadap manusia?
Jawab
Pengaruh beracun CO
terhadap tubuh terutama disebabkan oleh reaksi antara
CO dengan hemoglobin
(Hb) di dalam darah. Hemoglobin di dalam darah secara
normal berfungsi dalam
sistem transpor untuk membawa oksigen dalam bentuk
oksihemoglobin (O2Hb)
dari paru-paru ke sel-sel tubuh, dan membawa CO2 dalam
bentuk CO2Hb dari
sel-sel tubuh ke paru-paru. Dengan adanya CO, hemoglobin
dapat membetuk
karboksihemoglobin. Jika reaksi demikian terjadi, maka
kemampuan darah untuk
mentranspor oksigen menjadi berkurang. Afinitas CO
terhadap hemoglobin
adalah 200 kali lebih tinggi daripada afinitas oksigen teradap
hemoglobin, akibatnya
jika CO dan O2 terhadap bersama-sama di udara akan
terbentuk COHb dalam
jumlah jauh lebih banyak dari pada O 2Hb
5. Berbagai cara
dilakukan untuk mengurangi emisi CO dari kendaraan
bermotor, berikan
penjelasan!
Jawab
Cara-cara tersebut
diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Modifikasi mesin
pembakar untuk mengurangi jumlah polutan yang ter
bentuk karena
pembakaran.
2. Pengembangan reaktor
sistem ekshaust sehingga proses pembakaran
berlangsung sempurna dan
polutan yang berbahaya diubah menjadi
polutan yang aman.
3. Pengembangan
substitusi bahan bakar untuk bensin sehingga
menghasilkan polutan
dangan konsentrasi rendah selama pembakaran.
4. Pengembangan sumber
tenaga yang rendah polusi untuk menggantikan
mesin pembakar yang ada.
6. Berikan uraian
menganai udara nitrogen oksida, hidrokarbon, sulfur
oksida dan partikel !
Jawab
Nitrogen okside (NOx) adalah kelompok gas yang terdapat di atmosfir
yang
terdiri dari gas nitrik
okside (NO) dan nitrogen diokside (NO 2). Walupun bentuk
nitrogen okside lainnya
ada, tetapi kedua gas ini yang banyak ditemukan sebagai
polutan udara. Nitrik
okside merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau,
sebaliknya nitrogen
diokside mempunyai warna coklat kemerahan dan berbau tajam.
Hidrokarbon komponen hidrokarbon hanya terdiri dari elemen
hidrogen dan karbon.
Beribu-ribu komponen hidrokarbon terdapat di alam, di mana
pada suhu kamar terdapat
tiga bentuk, yaitu gas, cair dan padat. Sifat fisik dari
masing-masing bentuk
tersebut dipengaruhi oleh struktur molekul, terutama jumlah
atom karbon yan menyusun
molekul hidrokarbon. Hidrokarbon yang mengandung 1 -4 atom karbon berbentuk gas
pada suhu kamar, sedangkan yang mengandung 5
atau lebih atom karbon
berbentuk cair atau padat. Semakin tinggi jumlah atom
karbon semakin cenderung
untuk terdapat dalam bentuk padat. Hidrokarbon yang
sering menimbulkan
masalah dalam polusi udara adalah yang berbentuk gas pada
suhu atmosfer normal
atau hidrokarbon yang bersifat sangat volatif (mudah berubah
menjadi gas) pada suhu
tersebut. Kebanyakan komponen-komponen tersebut
mempunyai struktur yang
sederhana, yaitu mengandung 12 atom karbon atau
kurang per molekul.
Polusi oleh sulfur
okside terutama disebabkan oleh
dua komponen gas yang
tidak berwarna, yaitu
sulfur diokside (SO 2) dan sulfur triokside (SO3), dan keduanya
disebut sebagai SOx.
Sulfur diokside mempunyai karakteristik bau yang tajam dan
tidak terbakar di udara,
sedangkan sulfur triokside merupakan komponen yang tidak
reaktif.
Pembakaran bahan-bahan
yang mengandung sulfur akan menghasilkan
kedua bentuk sulfur
okside, tetapi jumlah relatif masing -masing tidak dipengaruhi
oleh jumlah oksigen yang
tersedia. Meskipun udara tersedia dalam jumlah cukup,
SO2 selalu terbentuk
dalam jumlah terbesar. Jumlah SO yang terbentuk dipengaruhi
oleh kondisi reaksi,
terutama suhu, dan bervariasi dari 1 sampai 10% dari total SO x.
Meskipun polutan udara
yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya
berbentuk gas, tetapi
ada polutan udara yang berbentuk partikel-partikel kecil
padatan dan droplet
cairan yang terdapat dalam jumlah tinggi di udara. Polusi udara
karena partikel-partikel
tersebut merupakan masalah lingkungan yang perlu
mendapat perhatian,
terutama di daerah perkotaan.
7. Apa yang anda ketahui
mengenai polusi udara di kota besar ?
Jawab
Masalah
pencemaran udara dikota-kota
besar, sangat dipengaruhi dan berbeda
oleh berbagai faktor yaitu: tofografi, kependudukan, iklim dan cuaca serta
tingkat atau angka perkembangan sosio ekonomi
dan industrialisasi. Masalah-masalah ini akan meningkat keadaannya,
jika jumlah penduduk perkotaan semakin meningkat yang mengakibatkan jumlah
penduduk yang terpapar polusi udara juga meningkat.
8. Bagaimana peranan
perguruan tinggi dalam mengatasi polusi udara, buatlah
analisis singkat dengan
studi kasus Program Pengelolaan Udara di Fakultas
Teknik Sipil dan
Lingkungan ITB ?
Jawab
Melalui Program
Pengelolaan Udara dan Limbah, Fakultas Teknik Sipil dan
Lingkungan ITB telah
melakukan berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian
masyarakat, seperti
berikut :
Penelitian-Penelitian
yang Dilakukan di Laboratorium Kualitas Udara
· Faktor Emisi Gas Buang CO, Pb, dan Partikulat
pada Kendaraan Bermotor
Roda Empat di Indonesia
· Pengaruh Buangan Gas CO, NO2, dan HC,
Partikulat, SO2 dan Pb dari
Industri terhadap
Kualias Udara di Daerah Bandung Selatan
· Studi Evaluasi Kualitas Udara, Khususnya SO, SO,
NO, Partikuiat Akibat
Proses Pembakaran
Batubara PUD Suralaya
· Metodologi Penentuan Titik Pemantauan untuk
Sumber Udara Tidak
Bergerak dengan Industri
Semen Palimanan sebagai Studi Kasus
· Penyisihan NOx secara Fotokatalitik menggunakan
Titanium Dioksida
· Pengaruh Pembebanan dalam Komposisi Polisiklik
Aromatik Hidrokarbon
(PAH) dalam Emisi Mesin
Diesel
Penelitian dalam
Kualitas Udara Perkotaan
· Pengukuran Fluks Deposisi Kering Ambien untuk
Partikel Total dan Pb di
Bandung
· Studi Pencemaran Udara (TSP, Pb, SO2, CO, NO2,
Total Hidro Karbon di
Daerah Pemukiman Bandung
Utara
· Distribusi Ukuran Parikulat untuk Senyawa Sulfat
dan Nitrat di Bandung
· Identifikasi Sumber Emisi Pencemar Gas dan
Partikulat di Su rabaya
· Analisis Komposisi dan Fraksi Partikulat
Atmosferik di Kota Bandung
· Evaluasi Hasil Pengukuran Konsentrasi
Partikulat, Senyawa NOx, CO, NO2
dan Pb di Jalan Braga
Bandung
· Analisis Komposisi Fraksi dan Fluktuasi Hidro
Karbon C1 –C5 dari Udara,
Studi Kasus di Bandung
Utara
· Analisis Prekursor Fotooksidan di Daerah Bandung
· Index Pencemaran Udara dengan Indikator
Coefficient of Haze: Studi Kasus
Bandung-Jakarta
· Kajian Korelasi Konsentrasi Polutan CO dan NOx
dengan Jumlah Kendaraan
Bermotor dengan Studi
Kasus Terminal Leuwi Panjang Bandung
Penelitian dalam
Pengendalian Pencemaran Udara
· Proses Biofiltrasi untuk Penyisihan Gas Ammonia
dan Hidrogen Sulfida
· Proses Biofiltrasi untuk Penyisihan Gas SO2
· Studi Evaluasi Efisiensi Penyisihan Gas SO2
dengan Pembebanan Tinggi
Menggunakan Teknik
Biofiltrasi
Penelitian dalam Studi
Kinetik dan Kimia Atmosfer Daerah Tropis
· Studi Analisis Mengenai Perilaku Keasaman
Partikulat pada Deposisi Kering
· Studi Analisis Mengenai Perilaku Keasaman pada
Deposisi Basah
· Studi Perilaku SenyawaSulfurdi Daerah Tropis
· Model Kinetika Pembentukan Ozon di Troposfer
dengan Prekursor
Hidrokarbon dan NOx
· Identifikasi Prekursor
Sumber Emisi dan Proses Asidifikasi Hujan Asam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar