Pertama mengenai makanan, makanan berasal dari kata “makan”. Namun kata makan sebagai kata kerja tanpa diikuti oleh objek kata benda, bagi orang Indonesia diartikan sebagai makan nasi. Pengertian kata makan tersebut menunjukkan keterkaitan dan keterkaitan yang kuat, yang menjadikan perasaan belum makan kalau belum makan nasi, meskipun sudah makan makanan lainnya. Makanan menjadi salah satu sumber energi bagi manusia karena di dalamnya terkandung senyawa-senyawa yang sangat diperlukan untuk memulihkan dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, mengatur proses di dalam tubuh, perkembangbiakan dan menghasilkan energi untuk kepentingan berbagai kegiatan dalam kehidupannya.
Lalu yang kedua mengenai beras. Menurut Hadrian (1981) beras adalah suatu bahan makanan yang merupakan sumber pemberi energi bagi umat manusia.Beras mempunyai kandungan nutrisi yang sangat tinggi. Berikut kandungan nutrisi beras:
Tabel Nilai Gizi Beras per 100 gram
|
No
|
Komposisi
Kimia
|
370
kkal (1530kj)
|
|
|
1
|
Karbohidrat
|
79
g
|
|
|
2
|
Gula
|
0,12
g
|
|
|
3
|
Serat
Diet
|
1,3
g
|
|
|
4
|
Lemak
|
0,66
g
|
|
|
5
|
Protein
|
7,13
g
|
|
|
6
|
Kadar
Air
|
11,62
g
|
|
|
7
|
Tiamina
(Vit. B1)
|
0,070
mg (5% AKG)
|
|
|
8
|
Riboflavin
(Vit. B2)
|
0,049
mg (3% AKG)
|
|
|
9
|
Niasin
(Vit. B3)
|
1,6
mg (11% AKG)
|
|
|
10
|
Asik
Pantotenik (B5)
|
1,014
mg (20% AKG)
|
|
|
11
|
Vitamin
B6
|
0,164
mg (13% AKG)
|
|
|
12
|
Folik
Asid (Vit B9)
|
8
µg (2% AKG)
|
|
|
13
|
Ferrum
|
0,80
mg (6% AKG)
|
|
|
14
|
Fosforus
|
115
mg (16% AKG)
|
|
|
15
|
Kalium
|
115
mg (2% AKG)
|
|
|
16
|
Kalsium
|
28
mg (3% AKG)
|
|
|
17
|
Magnesium
|
25
mg (7% AKG)
|
|
|
18
|
Seng
|
1,09
mg (11% AKG)
|
|
Sumber
: Anonim,
2009
Tingginya kadar karbohidrat tersebut menyebabkan beras sangat ideal dijadikan bahan pangan pokok bagi penduduk di berbagai negara. Fungsi karbohidrat bagi tubuh sebagai penghasil sumber energi utama. Selain sebagai sumber karbohidrat, beras juga merupakan sumber protein penting dalam menu masyarakat Indonesia. Walaupun kadar proteinnya tidak setinggi kacang-kacangan, karena beras dikonsumsi dalam jumlah banyak setiap harinya, sumbangan proteinnya sangat bermakna bagi tubuh.
Dan yang ketiga adalah klorin. Menurut Adiwisata (1989) klorin, klor (Cl) adalah unsur halogen yang berat atomnya 35,46. Warnanya hijau kekuning-kuningan, titik didihnya -34,70C, titik bekunya -0,1020C, kepadatan 2,488 atau 21/2 kali berat udara. Klor pada tekanan dan suhu biasa bersifat gas dan dalam tekanan rendah mudah mencair. Klor tidak terdapat bebas di alam tetapi terdapat dalam senyawa terutama terdapat dalam logam Natrium, Magnesium, yang terdapat banyak ialah pada Natrium Chloride (NaCl). Klorin merupakan hasil tambahan yang dibuat dari Sodium Hydroxide dengan jalan mengelektrolisis Sodium Klor merupakan bahan yang penting dalam industri seperti alat pemutih pada industri kertas, pulp dan tekstil, untuk alat pendingin, untuk obat farmasi, untuk pipa PVC, untuk plastik hingga sebagai bahan pembersih. Meskipun sangat penting dalam industri tetapi harus diperhatikan pula bahaya-bahayanya, karena klor bersifat beracun/toksis terutama bila terhisap pernafasan.
Klorin memang berguna sebagai bahan pembersih. Sehingga banyak oknum yang membersihkan dan memutihkan beras dengan menggunakan klorin dengan alasan agar mendapatkan untung lebih karena banyak masyarakat yang memilih beras hanya karena bersih dan putih. Padahal sebenarnya dengan menggunakan klorin pada beras memiliki dampak buruk bagi kesehatan tubuh manusia. Diantaranya sebagai berikut :
1. Menimbulkan kanker darah.
2. Merusak sel-sel darah.
3. Mengganggu fungsi hati/liver.
4. Dapat merusak sistem pernapasan bila penggunaan klorin mencapai 3-5 ppm dalam
5. Dapat mengganggu kesehatan mata, kulit dan batuk-batuk apabila penggunaan klorin mencapai 15-30 ppm dalam beras.
6. Serta dapat menyebabkan kematian apabila penggunaan klorin diatas 30 ppm dalam
Berikut tips untuk mengidentifikasi adanya klorin dalam beras:
1. Jika dicuci warna air hasil cuciannya agak putih bersih dan bening.
2. Jika beras direndam dalam air selama 3 hari tetap putih dan tidak berbau.
3. Ketika sudah dimasak dan ditaruh dalam penghangat nasi dalam semalaman, nasi sudah menimbulkan bau
tidak sedap.
Daftar pustaka :
- Sinuhaji, D. N. 2009. Perbedaan Kandungan Klorin (Cl) pada Beras Sebelum dan Sesudah Dimasak. Diambil dari repository.usu.ac.id.
- Dianti, R. H. 2010. Kajian Karakteristik Fisiokimia dan Sensori Beras Organik Mentik Susu dan IR 64. Diambil dari eprints.uns.ac.id
- Anonim. 2007. Pemutih Beras (dan Pemutih Gula). Diambil dari: kelapadua.wordpress.com
- Anonim. 2013. Beras kita berklorin. Diambil dari: news.liputan6.com
- Zakiah, Lulu. 2013. Laporan Praktik Kerja Industri Analisa Clorin Pada Beras. SMKN 2 Kota Tangerang. Tangerang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar